Thursday, January 25, 2018

Kapan Anakku siap sekolah?

No comments :
Tanggal Sekolah : 18 Januari 2018
Tema Diskusi    : Kapan Anakku siap sekolah
Narsum : Hegar Utami M.Psi Psikolog
Moderator : Admin bahagia ASIH
Notulensi : Silvi

momod Ola
Assalamualaikum wmb
Selamat petang ayah bunda sekalian.
Insya allah.. satu jam lg kita akan berdiskusi dgn tema terkait bersama narasumber kita

Saya akan posting materi pengantar nya

MATERI DISKUSI


Dewasa ini di Indonesia muncul tren para orangtua berlomba-lomba memasukkan anaknya ke SD sedini mungkin. Motivasinya beragam, mulai dari alasan ‘karena anaknya yang minta’, ‘supaya tidak ketinggalan dengan anak tetangga’, ‘supaya anak bisa lebih cepat pintar’, atau bahkan ada yang berpikir ‘supaya anak bisa cepat cari pekerjaan di usia yang lebih muda’. Tapi, tunggu dulu. Benarkah anak kita sudah siap untuk masuk SD? Sebetulnya faktor-faktor apa sajakah yang perlu dipertimbangkan sebelum memasukkan ananda ke SD?

Seperti dikutip dari School Readiness, a Conceptual Framework (2012), UNICEF menjelaskan bahwa ada tiga dimensi kesiapan sekolah. 
1. Kesiapan anak, yaitu kesiapan fisik dan mental untuk belajar baik dari aspek kognitif, emosional ataupun sosial.
2. Kesiapan sekolah, yaitu kesiapan lingkungan sekolah untuk dapat mendukung anak melewati masa transisi dari belajar di rumah ke belajar di sekolah, serta memberikan akses anak untuk mendapatkan proses belajar dengan optimal.
3. Kesiapan keluarga, yaitu kesiapan sikap dan keterlibatan orang tua atau pengasuh anak dalam proses belajar yang dialami anak hingga benar-benar dapat belajar secara mandiri nantinya.

Dari definisi di atas, dapat dilihat bahwa keputusan untuk memasukkan anak ke SD perlu mempertimbangkan banyak faktor. Satu hal yang pasti, orangtua perlu mempertimbangkan sudah sesiap apakah ananda mengikuti proses pembelajaran di SD.

Seorang anak dikatakan siap untuk masuk SD apabila menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
1. Kesiapan motorik kasar (berjalan, berlari, melompat, dll) serta motorik halus (bisa memegang alat tulis, membuat tulisan)
2. Kesiapan kognitif (memahami instruksi, mengenal warna dan bentuk, kemampuan dasar membaca dan menghitung, dll)
3. Kesiapan bahasa (mampu memahami perkataan, mampu mengeluarkan pendapat/ide/perasaan)
4. Kesiapan sosial emosional (berani berpisah dari orang tua, mampu mengendalikan emosi, mampu berinteraksi/berinteraksi dengan orang lain, mampu mengikuti peraturan, dll)

Kesiapan seorang anak untuk bersekolah di SD sangat terkait dengan performanya nanti di sekolah. Anak yang menunjukkan kesiapan untuk masuk SD tentunya akan bisa mengikuti proses belajar dengan lebih optimal dibanding dengan anak-anak yang ‘dipaksakan’ masuk SD. Hasil akhirnya, tentu berimbas kepada prestasi di sekolah.

Jadi Bunda, apakah kita ingin anak kita sekadar cepat masuk SD ataukah kita ingin anak kita bisa berhasil melewati masa SD?

Sumber:
School Readiness: A Conceptual Framework. 2012. New York: UNICEF

momod Ola
Silahkan di baca terlebih dahulu..

TENTANG NARSUM

Hegar Utami M.Psi Psikolog
S1 Psikologi UI dan
S2 Magister Profesi Psikologi Klinis Anak.

Saat ini, bekerja sbg Kepsek TK Cikal,
Founder Klinik Cikal,
Psikolog di RS HGA dan RS GPI Depok.

momod Asih
Pak camat jualan tomat
Yang beli harus hormat
Jabatlah tangan dengan hangat
Jawablah salam dengan semangat

momod Asih
Selamat malam,
assalaaamu'alaykuuuummm haaaaiiii emak2 jaman now

Terimakasiiiihh sudah join di marih
Semoga semua diberkati dengan hati dan kehidupan yang gembiraaaa......
Udah pd baca materinya kan yaa

momod Asih
Tema kulwap kita kali ini mengingatkan pada film India berjudul Medium (2017). Film satire yang dibintangi Irrfan Khan (main juga di film Life of Pi, Inferno) ini berisi kritik sosial thd sistem pendidikan dan cara pandang keluarga kelas menengah ttg pendidikan

Sembari simak kulwap ini, yg blm nonton bisa disambi donlot di lk21.pw hehehehe. Pas nonton itu, momod merasa melihat diri sendiri karena sedikit2 kuatir, sedikit2 galau, persis spt mahmud abas yg diperankan oleh Saba Qamar ?

Kuatir dg masa depan anak lah, resah gelisah dg berbagai pilihan sekolah yg ada lah, sampe2 lupa dg faktor terpenting: si anak itu sendiri

Syukurlah, film ini bikin kita, eh, momod bercermin sambil menertawakan diri sendiri hahahahaha

Perlu ga sih kita menempuh cara selebay yg dipraktikkan dlm film Medium dalam memilihkan sekolah utk anak? Atau jangan2 yg sudah kita lakukan ternyata jauh lebih lebay.. ixixixix....mari pelajari di sini dengan gembiraaa...

momod Asih
asiiik narsum kita udah siappp
met gabung mba hegar

Mba Hegar
Halo semua.. Assalamualaikum.. Perkenalkan saya Hegar yg menjadi narsum malam ini.. ??
Terimakasih untuk pertanyaannya.. Saya coba jawab 1-1 ya..

Pertanyaan 1

nama/inisial: Nio
lokasi: Depok
pertanyaan:
Kapan waktu yang tepat untuk mencari sekolah sd yang cocok dengan karakter anak dan visi keluarga kita?
Apakah sejak balita?

Mba Hegar
Hai mba nio.. Mengingat sekarang makin banyak SD SD dengan berbagai keunggulan dalam hal kurikulum, fasilitas, dll, maka gak ada salahnya kita mulai cari2 alternatif pilihan sekolah untuk buah hati. Tentunya ini akan lebih mempermudah kita  menentukan SD yg tepat/terbaik untuk anak saat dia akan mulai bersekolah. Yang perlu diperhitungkan adalah seberapa baik suatu sekolah dalam memenuhi kebutuhan2 anak2 kita, dan apakah metode di SD tersebut sesuai dengan karakteristik anak kita

Pertanyaan 2

nama/inisial: cindy
lokasi: samarinda
pertanyaan:
Apakah ada semacam checklist atau panduan dalam menilai kesiapan anak berdasar materi diatas?

Mba Hegar
Secara umum, kesiapan sekolah anak perlu mempertimbangkan kesiapan fisik, kognitif, serta sosial emosional anak. Untuk mengetahui seberapa siap anak, bisa dikonsultasikan kepada psikolog. Biasanya psikolog akan melakukan psikotes kesiapan sekolah dengan alat tes yang sudah terstandar.

Cindy
Boleh ijin menanggapi?

momod Asih
boleh, 1x saja

Cindy
Terima kasih
Sepertinya inilah yg melatarbelakangi beberapa sekolah swasta di daerah sy mensyaratkan melakukan psikotes setelah pendaftaran. Biasanya sekolah bekerjasama dg salah satu biro psikologi. Sejauh mana ortu perlu menyiapkan anak untuk mengikuti psikotes ini? Apakah hasilnya boleh diketahui ortu?

Mba Hegar
psikotes kesiapan sekolah di SD tujuannya memang untuk menyeleksi anak2 yg siap sekolah. Idealnya, SD bukan mencari anak yang sudah bisa calistung, karena bukan itu syarat mutlak untuk masuk SD. Apabila psikotes yg dilakukan menggunakan alat yg terstandar, yg akan dilihat dari anak adalah hal2 seperti daya tangkap, daya ingat, konsentrasi, kemampuan dasar calistung, kemampuan komunikasi, kemandirian, dan sikap kerja. Sebagai orangtua, yg bisa kita siapkan lebih kepada membangun kesadaran anak bahwa dia akan mengikuti suatu kegiatan belajar dengan 'guru (psikolog)' baru. Namun, jangan menjadikan kegiatan psikotes itu sebagai hal yg menakutkan dan menegangkan untuk anak, karena bisa jadi dia tidak optimal mengerjakannya. Biarkan anak mengerjakan psikotes sesuai dgm kemampuannya. Untuk hasil, orangtua berhak tau gambaran kesiapan anak. Hal ini bisa ditanyakan lebih lanjut kepada sekolah dan biro psikologi yang melakukan assessment

momod Asih
demikian utk mba Cindy ya ??

Cindy
Terima kasih

Pertanyaan 3

nama/inisial: Nurul
lokasi: Surabaya
pertanyaan:
Jika dalam materi disebutkan kriteria/faktor kesiapan anak utk masuk SD, adakah kriteria / faktor terkait kesiapan anak utk memulai sekolah (PAUD / TK) ?
Matur nuwun

Mba Hegar
Untuk mengikuti TK, seorang anak diharapkan sudah mulai mampu berkomunikasi dan  berinteraksi. Namun memang hal ini bukan jadi harga mati apakah seorang anak bisa atau tidak ikut TK, karena pembelajaran di TK lebih menitikberatkan pada proses bermain, baik yg terstruktur maupun yg tidak terstruktur. Berbeda dengan di SD, faktor2 kesiapan sekolahnya lebih banyak karena kegiatan di SD sudah lebih terstruktur  sehingga anak harus memiliki kemampuan2 dasar tertentu

Nurul
Ijin menanggapi ?

momod Asih
silakan, cukup sekali

Nurul
Apakah mba Hegar merasa PAUD itu perlu atau tidak?

Mba Hegar
saat ini, PAUD/TK memang belum menjadi wajib belajar di SD. Pernah ada wacana dari mantan mendikbud Anies Baswedan untuk menjadikan PAUD/TK sebagai wajib belajar, setidaknya TK B (nol besar). Hal ini untuk menyiapkan anak supaya tidak kaget dengam situasi sekolah. Dari pengalaman saya di sekolah, anak yg mendapatkan pendidikan TK cenderung lebih siap dibandingkan anak yg langsung SD, karena mereka sudah memiliki pemahaman tentang sekolah, bagaimana tanggung jawab mereka sebagai murid, bagaimana rutinitas di sekolah, bagaimana cara berinteraksi dengan guru dan teman, dan hal2 lainnya

Nurul
Insya Allah jelas.. matur nuwun mba Helga

Pertanyaan 4

nama/inisial: devi
lokasi: bogor
pertanyaan:
Misal ada sekolah bagus dan populer tapi jarak dari rumah lumayan, sedangkan ada sekolah yg jaraknya bs ditempuh dgn jalan kaki dr rmh, tapi biasa2 aja..lantas sebaiknya memilih yg mana

Mba Hegar
hai mba devi, maaf pertanyaannya terlewat ??. Memang ibu2 zaman now dibuat pusing dengan banyaknya pilihan sekolah. Masing2 pasti punya kelebihan dan kekurangan. Yg bisa saya sarankan, cobalah membuat +- dari masing2  alternatif sekolah tersebut (bisa dinilai dari kurikulum, fasilitas, SDM sekolah, prestasi sekolah, jarak, dan biaya). Pertimbangkanlah sekolah yg paling bisa memberikan nilai + untuk anak. Memang sekolah yg kurikulum dan metodenya bagus akan sangat menguntungkan untuk anak. Tp perlu diperhatikan, apakah anak bisa menempuh jarak yg jauh dsri rumah ke sekolah? Jangan sampai karena kelelahan di jalan anak malah tidak bisa belajar dengan optimal

Devi
well noted ????
Terima kasih banyak mba hegar utk solusinya ??

Pertanyaan 5

nama/inisial: cempaka
lokasi: malang
pertanyaan:
Dr ulasan n diskusi diatas yg dbhas ttg ksiapan anak pada skolah formal. Bagaimana dg sekolah informal (RUMAH TAHFIDZ khusus balita) melihat si anak memiliki kemampuan u/msk skolah trsebut, apakah ada trik khusus u/mempersiapkan (serta dampaknya dr segi psikologis) atau bahkan ttp hrs dihindari sampai usia seharusnya skitar 5th?

Mba Hegar
halo mba cempaka. Yg dimaksud adalah Rumah Tahfidz untuk anak prasekolah ya.. Selama anak kita enjoy mengikutinya, dan metode yg digunakan sesuai dengan karakteristik anak prasekolah, tidak jadi masalah mba ??. Kegiatan tersebut juga bisa memberikan pengalaman "sekolah" untuk anak, karena di sana dia bisa berinteraksi dengan teman2 dan guru..


Pertanyaan 6

nama/inisial: iffa
lokasi: samarinda
pertanyaan: saya pernah mendengar bahwa usia sekolah dasar yg baik adalah saat berusia 7 tahun. Namun bagaimna jika anak berumur 5 thn namun kesiapan kognitif, fisik, sosial emosional sdh baik. Bagaimna sebaiknya, apakah tetap dibolehkn menginjak SD atau menunggu usia 6 lebih - 7 tahun?

Mba Hegar
halo mba iffa. Saat ini pemerintah memang menghimbau usia minimal untuk masuk SD adalah 7 tahun. Hal ini didasari oleh teori perkembangan kognitif Piaget, yang menyebutkan bahwa di usia 7 tahun anak   sudah mulai mampu berpikir abstrak. Materi2 yg diajarkan di SD, sifatnya sudah lebih abstrak. Itulah kenapa usia 7 tahun dianggap pas untuk masuk SD. Namun usia tidak jadi single factor. Apabila dr tes kesiapan sekolah seorang anak yg usianya belum 7 tahun dinilai sudah siap dari segala aspek, maka tidak apa2 menyekolahkannya
 lebih dini

Devi
Menanggapi dari jawaban mba hegar atas pertanyaan mba ifa yaa
Kalau mmg diizinkan menyekolahkan dini, umur 6 misalnya
Apakah nantinya ada dampak anak mudah bosan? Mengingat saat seusianya msh bermain, ia sudah mulai sekolah.
Sedikit pengalaman diri sy pribadi, ibu sy menyekolahkan saya dari umur 4, lalu saat masuk SD saya bosan..jadi sering gak masuk, nangis tiap mau sekolah. Sempat konsul ke dokter dan dijawab anaknya terlalu cepat disekolahkan..
Kira2 akan begitu ndak ya?
Terima ksh sebelumnya

Mba Hegar
kalau boleh tau, saat 4 tahun mba masuk TK atau SD ya? Kalau masuk TK, dan metode di TK itu menyenangkan dan sesuai untuk anak, seharusnya tidak membuat bosan.. Kalau memang disekolahkan di SD, usia 4 tahun memang terlalu cepat mba, karena biasanya rentang konsentrasi di usia itu juga masih terbatas.

Yang jadi masalah, saat ini banyak TK yg beralih fungsi dari taman kanak2 menjadi miniatur SD, dimana kegiatannya berfokus pada calistung. Akibatnya kesempatan anak bermain sambil belajar jadi hilang. Inilah yg menjadi penyebab anak menjadi bosan di SD, karena sudah terlalu cepat dijejali dgn tugas2 yg beyond usianya. Itulah kenapa pemilihan TK juga jadi hal yg penting untuk ortu..

momod Asih
cukup ya utk mba Devi ??

momod Asih
sudah jm9 malam...
kita menuju penghujung acara
Jawaban2 dr mba Hegar sungguh mencerminkan pengalaman belio yg kaya dan pemahaman belio yg dalam ya.... Mba Hegar belajarnya di  So, warga Depok dsk boleh berkunjung ke klinik mba Hegar jika butuh konsultasi dan penanganan lbh lanjut atau blm puas dg diskusi saat ini ??

Pak tani pergi ke sawah
Pulang-pulang membawa ikan
Jika kata dan laku tim admin banyak yang salah
Mohon kiranya untuk dimaafkan

terimakasih banyak utk mba Hegar atas ilmu, pikiran, tenaga, dan waktu yg sudah disedekahkan dlm forum ini ????????
smg mjd amal jariyah yg mengalir tak sudah2 ??

Mba Hegar
Terimakasih mba asih, terimakasih teman2 untuk kesempatannya bergabung di forum ini.. Mohon maaf bila ada salah2 kata ????

momod Asih
terimakasih utk para peserta dan pertanyaan2nya yg memberi insight dan inspirasi bagi yg membacanya ??
smg ga bosan dg kulwap2 yg diselenggarakan oleh DEK ??

No comments :

Post a Comment