Friday, January 26, 2018

Remaja sejuta rasa

No comments :
Tanggal Diskusi       : 26 Januari 2018
Tema Diskusi         : Remaja sejuta rasa
Narasumber : Diah Ningrum, M.Ed
Moderator : Siwi
NOtulensi : Silvi

momod Ola
Selamat siang bapak ibu sekalian...
Insya allah kita akan mulai diskusi jam 19.30 wib.
Sore hari akan di posting materi pengantarnya.
Silahkan manfaatkan group unt bertegur sapa sampai jam 17.00 wib

MATERI DISKUSI

 Assalammualaikum Wr. Wb.

Tulisan ini berangkt dari pengalaman pribadi saya sebagai seorang ibu, konsultan pendidikan dan seorang praktisi Talents Mapping.

Sering kali, saya mendapat pertanyaan, apa bakat anak saya terlebih lagi jika dia remaja yang bisa kita kategorikan usia ketika anak sekolah SMP dan SMA. Orang tua seringkali mengatakan tidak tau bakat anaknya atau bahkan sang anak beranggapan bahwa dia tidak berbakat.

Dulu dan bahkan sekarang, kita beranggapan bahwa bakat itu contohnya adalah menyanyi, menari, menggambar sport dan lain-lain. Tetapi sebenarnya, bakat itu bukan hanya contoh2 yg sudah saya sebutkan diatas.

Menurut Talents Mapping (TM) Bakat, terbagi dua yaitu bakat yg berhubungan dgn panca indra n fisik spt menari, menyanyi, sport dll juga ada bakat yg berhubungan dgn peran yaitu karakter, spt: Teaching, researching, communicating dll.

Jadi bakat bisa diartikan karakter yg produktif, yg merupakan potensi kekuatan. Nah..bagaimana menemukan bakat remaja kita? Pernahkah mengatakan sptnya anak sy tdk berbakat atau bakatnya blm kelihatan? Apabila kita mengacu pada pengertian bakat diatas, maka ckp jelas bahwa setiap anak itu berbakat sesuat dgn karakter produktifnya masing2. Yg patut kita lakukan sbg orang tua adalah membersamai, mengamati n membantu anak untuk menemukan n mengembangkan bakatnya. Satu kata kunci dlm melakukan tugas ini adalah jangan " tergesa2" krn bakat punya kecenderungan permanen setelah anak usia 16 tahun. Artinya ktk anak kita remaja mestinya  mrk sdh menemukan bakatnya.

Dan menurut sy, sgt penting remaja menemukan bakat n mengembangkannya krn untuk memudahkan nanti dlm pemilihan jurusan ktk SMA, pemilhan jurusan kuliah dan profesi kelak nanti. Alangkah menyenangkan apabila masuk jurusan sesuai bakatnya n bekerja sesuai dgn kekuatannya.

Walaupun kadang2 dibagian ini terdapat konflik biasanya antara keinginan orang tua atau mengikuti bakat/ potensi kekuatan anak.

Sehingga tidaklah mengherankan hasil study oleh seorang psikolog pendidikan yang diambil dari oke zone.com 2014, bahwa 87 % mahasiswa indonesia salah memilih jurusan. Keinginan ortu, tidak tahu kekuatan, ikut teman adalah diantara penyebab salah memilih jurusan tsb.

Jadi, mulai saatnya kita menjadi ortu yg kekinian yg memahami kekuatan anak n menerima jika kekuatan tsb berbeda dgn keinginan dlm hal pemilihan jurusan n profesi.

Ada 6 ciri-ciri bakat  yg bisa ortu amati dlm setiap aktifitas remajanya:

1. Yearning
Memiliki hasrat tertinggi utk melaksanakan aktifitas tsb shg remaja kita lupa waktu.

2. Rapid Learning
Perhatikan, apakah bagi remaja kita cepat n mudah belajar sesuatu yg mana buat remaja yg lain mgkin sulit.

3. Flow
Remaja menjalani aktifitas ini mengalir alami.

4. Glimpses of Excelent
Remaja kita menunjukan keunggulan dlm bidang tsb.

5. Satisfaction
Perhatikan apakah remaja kita merasa puas pd aktifitas yg dilakukan.

6. The Universe Support
Ketika remaja kita sdg dlm situasi kritis dalam melakukan aktifitas tsb, maka dia akan menemukan langkah solusi keluar dr permasalahan tsb n yakin dgn tujuan hidupnya.

Apabila remaja kita melakukan aktifitas bakat, maka akan terlihat 4 E; enjoy, easy, excellent dan earn.

Terima kasih

By. Diah Ningrum

SESI DISKUSI


momod SIwi
Malam... Assalamualaikum semua. Perkenalkan saya Siwi dari Jogja. InsyaAllah yang nanti malam akan menemani bu Diah berbagi disini.
Kata orang tak kenal maka tak sayang... Agar jadi kenal saya bawakan sesuatu dulu ya

BIODATA NARSUM

Nama : Diah Ningrum, M.Ed
Pendidikan : S2 Educational Psychology International Islamic University Malaysia (IIUM)
Professional Credential:
Education Consultant ( Founder n Director Improve Education Consulting www.improve-educationconsulting.com)
Brainspotting Practitioner
Talents Mapping Practitioner

momod Siwi
Bu Diah ada yang ingin disampaikan ga sebagai pembuka

Bu Diah
Assalammualaikum ibu2..smg apa yg sy sampaikan bermanfaat n smg membuka wawasan kita ttg yg namanya bakat n bgm kita sbg ortu memainkan peran yg mendukung bakat anak. Kita jdkan diskusi, krn sy yakin sharing yg sy dptkan disini, insya Allah juga bermanfaat utk sy.

momod Siwi
Terima kasih bu Diah. InsyaAllah
Okey. Untuk saat ini yang mau nanya silahkan angkat tangan ya... Sebutkan nama dan domisili.
Mohon nanti memberi tanggapan ketika saya sdh mempersilahkan.

momod Siwi
Siapa yang ingin bertanya?

pertanyaan 1

Rice Merina- Depok

Saya mau bertanya bu,bagaimana cara mengenal bakat anak,dan sebaiknya umur brp bakat anak bisa kita lihat.
Sebelumnya terima kasih.

Rice merina bu,domisili depok ratu jaya.
Anak pertama saya baru berumur 5 tahun 8 bulan.gpp ya bu saya ikutan di grup ini ????

Bu Diah
Untuk mengenal bakat anak dibawah umur 16 tahun melalui observasi ibu, ada panduan yg diberikab n disusun oleh pak Dodik n bu Septi. Sedangkan apabila sdh berumur 15/16 thn, bisa menggunakan tool Talents Mapping yg penemunya adalah Abah Rama Royani. Nanti akan share e book tsb.

Tanggapan 
Panduan dari pak dodik dan bu septi bisa didapat dimana bu diah?

Pertanyaan 2

Alia- Tangerang

Assalamualaikum.. Salam kenal,,
Anak sy pr berusia 16th. Anak sy tsb terlihat enjoy easy excellent pernah juara se kecamatan.. Hobby nya menulis cerita petualangan. Pertanyaan apakah hrs mengikuti bakat ketika kuliah nanti?

bu Diah
Bakat itu bkn hanya satu ya ibu, jd di TM, ada 7 bakat yg sgt dominan n 7 lg dominan. Artinya ada 14 potensi kekuatan yg bisa memberikan opsi aktifitas yg sesuai dgn bakatnya ananda.
Menurut sy, jk mmg kelihatan 4 E pd ananda alangkah baiknya ditekuni n dijadikan profesinya, walaupun dia juga msh punya kesempatan utk mengeksplorasi bakat2nya yg lain.

Tanggapan 
Utk menjadi penulis yg baik. Kuliahnya ngambil jurusan apa yg bun?

Bu Diah
Tergantung ibu apakah condong kpd jurnalistik atau sastra indonesia. Mgkin yg lain ada yg bisa menambahkan.

Pertanyaan 3

Tika- Bandung
1. Bagaimana cara mengamati bakat jika keadaannya si remaja tinggal di pondok pesantren sehingga hanya bisa bertemu orang tua setiap sebulan sekali, atau tinggal bersama orang tua setiap enam bulan sekali?
2. Bagaimana cara menghadapi remaja yg lebih senang mendengarkan pendapat temannya daripada orang tuanya? Misal, orang tua paham remaja akan cocok di bidang A, tp karena teman2nya memilih B maka dia ikut memilih B dan tidak mengindahkan saran orang tua untuk memilih A.
3. Apa yang harus dilakukan oleh seorang kakak yang menengahi orang tua dan adik remaja, ketika adik remaja sudah memahami bakatnya namun orang tua tidak menyetujui jalan yang diambil adik remaja?

Bu Diah
1. Jk ananda sdh berusia 15/16 thn bisa ikut tes Talents Mapping ibu. Sebenarnya..salah satu indikasi anak kita punya bakat tertentu walaupun kita jarang ketemu adalah dr seberapa sering ananda bercerita aktifitas tsb kpd ortu n apa yg dirasakannya ktk melakukan aktifitas yg sesuai bakatnya. Tentunya dgn komunikasi bertanya apa sj kegiatannya.

2. Mmg usia remaja, teman biasanya adalah segala2nya. Mrk lbh dengerin tmnya drpd ortu, itu pertanda remaja kita normal..??. Komunikasi yg baik yg diperlukan disini bunda. Seringkali kita menyampaikan pandangan yg kesannya menurut remaja spt perintah. Tanyakan n dengarkan apa yg ingin dia pilih. Kmdian berikan pandangan berbentuk informasi2 n contoh2. Bkn cth utk membandingkan ttp utk menginspirasi n memotivasi.

3. Si kakak menyampaikan pendapatnya kpd ortu dgn cara yg baik ttg bakat adiknya. Seringkali info ngjin berupa buku ttg bakat atau tulisan2 olwh orla bs diberikan kpd ortu.

Tanggapan
Terima kasih atas jawabannya Bu Diah..
Saya izin menanggapi yah ?
Sangat membantu untuk poin 1 dan 2.
Saya lupa menambahkan untuk poin ketiga.. Orang tua posisinya sama2 paham bakat adik. Tapi ttp memaksakan kehendak krn bakat adik ini dinilai "tidak potensial".
Bagaimana ya Bu cara memposisikan diri ketika masih ada standard penilaian "bagus atau tidak" nya suatu bakat?

Bu Diah
Sudah saatnya kita berupaya utk membuka pandangan dgn mindset yang baru. Sy sering sekali menemukan cth2 spt ini bunda. Sy menyarankan utk mengkomunikasikan dgn ortu n beri cth kasus apa yg terjd apabila adik ttp dipaksa sesuai keinginan ortu. Tdk potential menurut ortu mgkin lbh krn dipengaruhi oleh perasaan keenganan utk menerima kenyataan ttg bakat adik.

Tanggapan 
Terima kasih bu Diah atas jawabannya

Bu Diah
Seringkali ortu punya standar sendiri bagus tdknya bakat krn dilandasi bisa menghasilkan tdk dgn bakat tsb. Prinsip bakat 4 E, earn artinya menghasilkan bs didptkan dgn bakat.


Pertanyaan 4

Yani- Depok

Saya ibu dari 6 anak,yang ingin saya tanyakan kami selaku ortu kadang bingung bagaimana cara terbaik untuk mendukung anak yang mempunyai bakat?dan bagaimana kalau anaknya sendiri yang seperti nya kurang terlalu semangat mengembangkan bakatnya?

Bu Diah
Bu Yani..kdg2 kita sbg ortu cenderung tergesa2 menanggapi seolah2 itu bakat anak kita. Cth, anak sy suka sekali main musik, kn sdh punya bbrp alat musik di rmh. Sy pikir itu bakat anak sy jd sy terus memotivasi n heran klo dia tdk main musik (drum). Stlh sy tanya itu bkn bakat melainkan hobi saja. Jk bakat 4 E, mk hobi dikuadran 3 E; easy, excellent n earn sj. Shg kdg kita lihat ada suatu masa dia tdk semangat dgn aktifitas tsb. Terus sj ananda diperkenalkan dgn berbagai macam aktifitas bs dgn magang, jalan2, field trip dll.

Pertanyaan 5

Vinka- Bogor

Saya memiliki  4 anak. Yang mau sy tanyakan. Anak sy sulung, waktu memilih jurusan kuliah, dia ingin ambil jurusan seni. Namun tidak sy ijinkan. Akhirnya dia ambil jurusan IT. Sy kadang merasa bersalah memaksakan kehendak. Namun ketika sy tanya apakah dia suka jurusan yg dia geluti sekarang, dia menjawab "biasa saja". Tapi kalau sy lihat, dia masih senang menggambar dan menulis cerpen. Bahkan sudah terbit buku. Dan instagramnya penuh dengan lukisan karyanya. Apa yg harus saya lakukan dengan keadaan ini?

Bu Diah
Bu Vinka..jk sy bisa ekstrim menyarankan, ganti jurusan. Sy mengenal bbrp org yg pindah jurusan n excell dibidang yg sesuai dgn bakatnya. Ibu bs mulai bicara dr hati ke hati n meminta maaf. Tanyakan apakah dia ingin ttp melanjutkan atau bgm. Kasus yg sy tangani, anak setuju utk ttp terus tp sesudah tamat kuliah banting stir ke bakatnya.

Tanggapan
Bedanya hobi dgn bakat itu apa bun

Bu Diah
Bakat ada 4 E nya bun; enjoy, easy, excellent n earn. Jk hobi 3 E easy, excellent n earn. Earn utk hobi bkn dr aktifitas hobinya, cth org yg hobi masak, mendapatkan uang bkn dr masak ttp dr jualan masakan. Sedangkan bakat, cth teaching bisa mendapatkan penghasilan dr aktifitas mengajarnya tsb.

Pertanyaan 6

Indah- Depok

anak saya 2, usia 7.5thn dan 3.5th.
Pertanyaan saya. Berhubung anak saya di bawah 16 thn jd kesukaannya berubah² dapat kah kita arahkan kesukaan nya bu?maksudnya kita ksh ide bakat nya?Ato haruskah alami bakat nya itu

Bu Diah
Salah satu ciri bakat adalah flow..artinya anak berkegiatan scr alami. Amati sj ibu n perkenalkan dgn bnyk aktifitas. Ibu bs melihat apakat termasuk bakat dgn mengamati ciri2nya n 4 E tsb.

Tanggapan
Awal nya dr suka menggambar bu tp tdk sebagus anak yg les  lalu skrg dia hobi membaca dan membuat komik.  Apakah itu bakat ya bu

Bu Diah
Perhatikan ciri2nya bunda yg sdh sy sampaikan pd materi sblmnya n 4 E, insya Allah bisa dikategorikan apakah termasuk bakat atau tdk. Panduan nanti akan sy berikan melalui e book.

Pertanyaan 7

Anak pertama saya laki" usia 13 th 3 bulan..
Kelas 8..
Anak saya termasuk anak pendiam..
Susah diajak komunikasi..
Dr kecil klo sudah suka dg 1 main sudah fokus dg main itu...
Gimana cara supaya diya mau terbuka dg saya ato papa tentang keinginan nya...

Bu Diah
Lbh bnyk mengamati n mendengarkan ya bunda, spy kita sbg ortu dpt membantu ananda menemukan n mengembangkan bakatnya.

Pengingat diri sy juga, anak titipan Allah shg sdh saatnya kita sbg ortu utk membuka diri n punya mindset yg baru akan pentingnya aktifitas, jurusan n pekerjaan yg sesuai dgn bakat kekuatan mrk.

Lbh bnyk mengamati n mendengarkan ya bunda, spy kita sbg ortu dpt membantu ananda menemukan n mengembangkan bakatnya. 

Thursday, January 25, 2018

Kapan Anakku siap sekolah?

No comments :
Tanggal Sekolah : 18 Januari 2018
Tema Diskusi    : Kapan Anakku siap sekolah
Narsum : Hegar Utami M.Psi Psikolog
Moderator : Admin bahagia ASIH
Notulensi : Silvi

momod Ola
Assalamualaikum wmb
Selamat petang ayah bunda sekalian.
Insya allah.. satu jam lg kita akan berdiskusi dgn tema terkait bersama narasumber kita

Saya akan posting materi pengantar nya

MATERI DISKUSI


Dewasa ini di Indonesia muncul tren para orangtua berlomba-lomba memasukkan anaknya ke SD sedini mungkin. Motivasinya beragam, mulai dari alasan ‘karena anaknya yang minta’, ‘supaya tidak ketinggalan dengan anak tetangga’, ‘supaya anak bisa lebih cepat pintar’, atau bahkan ada yang berpikir ‘supaya anak bisa cepat cari pekerjaan di usia yang lebih muda’. Tapi, tunggu dulu. Benarkah anak kita sudah siap untuk masuk SD? Sebetulnya faktor-faktor apa sajakah yang perlu dipertimbangkan sebelum memasukkan ananda ke SD?

Seperti dikutip dari School Readiness, a Conceptual Framework (2012), UNICEF menjelaskan bahwa ada tiga dimensi kesiapan sekolah. 
1. Kesiapan anak, yaitu kesiapan fisik dan mental untuk belajar baik dari aspek kognitif, emosional ataupun sosial.
2. Kesiapan sekolah, yaitu kesiapan lingkungan sekolah untuk dapat mendukung anak melewati masa transisi dari belajar di rumah ke belajar di sekolah, serta memberikan akses anak untuk mendapatkan proses belajar dengan optimal.
3. Kesiapan keluarga, yaitu kesiapan sikap dan keterlibatan orang tua atau pengasuh anak dalam proses belajar yang dialami anak hingga benar-benar dapat belajar secara mandiri nantinya.

Dari definisi di atas, dapat dilihat bahwa keputusan untuk memasukkan anak ke SD perlu mempertimbangkan banyak faktor. Satu hal yang pasti, orangtua perlu mempertimbangkan sudah sesiap apakah ananda mengikuti proses pembelajaran di SD.

Seorang anak dikatakan siap untuk masuk SD apabila menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
1. Kesiapan motorik kasar (berjalan, berlari, melompat, dll) serta motorik halus (bisa memegang alat tulis, membuat tulisan)
2. Kesiapan kognitif (memahami instruksi, mengenal warna dan bentuk, kemampuan dasar membaca dan menghitung, dll)
3. Kesiapan bahasa (mampu memahami perkataan, mampu mengeluarkan pendapat/ide/perasaan)
4. Kesiapan sosial emosional (berani berpisah dari orang tua, mampu mengendalikan emosi, mampu berinteraksi/berinteraksi dengan orang lain, mampu mengikuti peraturan, dll)

Kesiapan seorang anak untuk bersekolah di SD sangat terkait dengan performanya nanti di sekolah. Anak yang menunjukkan kesiapan untuk masuk SD tentunya akan bisa mengikuti proses belajar dengan lebih optimal dibanding dengan anak-anak yang ‘dipaksakan’ masuk SD. Hasil akhirnya, tentu berimbas kepada prestasi di sekolah.

Jadi Bunda, apakah kita ingin anak kita sekadar cepat masuk SD ataukah kita ingin anak kita bisa berhasil melewati masa SD?

Sumber:
School Readiness: A Conceptual Framework. 2012. New York: UNICEF

momod Ola
Silahkan di baca terlebih dahulu..

TENTANG NARSUM

Hegar Utami M.Psi Psikolog
S1 Psikologi UI dan
S2 Magister Profesi Psikologi Klinis Anak.

Saat ini, bekerja sbg Kepsek TK Cikal,
Founder Klinik Cikal,
Psikolog di RS HGA dan RS GPI Depok.

momod Asih
Pak camat jualan tomat
Yang beli harus hormat
Jabatlah tangan dengan hangat
Jawablah salam dengan semangat

momod Asih
Selamat malam,
assalaaamu'alaykuuuummm haaaaiiii emak2 jaman now

Terimakasiiiihh sudah join di marih
Semoga semua diberkati dengan hati dan kehidupan yang gembiraaaa......
Udah pd baca materinya kan yaa

momod Asih
Tema kulwap kita kali ini mengingatkan pada film India berjudul Medium (2017). Film satire yang dibintangi Irrfan Khan (main juga di film Life of Pi, Inferno) ini berisi kritik sosial thd sistem pendidikan dan cara pandang keluarga kelas menengah ttg pendidikan

Sembari simak kulwap ini, yg blm nonton bisa disambi donlot di lk21.pw hehehehe. Pas nonton itu, momod merasa melihat diri sendiri karena sedikit2 kuatir, sedikit2 galau, persis spt mahmud abas yg diperankan oleh Saba Qamar ?

Kuatir dg masa depan anak lah, resah gelisah dg berbagai pilihan sekolah yg ada lah, sampe2 lupa dg faktor terpenting: si anak itu sendiri

Syukurlah, film ini bikin kita, eh, momod bercermin sambil menertawakan diri sendiri hahahahaha

Perlu ga sih kita menempuh cara selebay yg dipraktikkan dlm film Medium dalam memilihkan sekolah utk anak? Atau jangan2 yg sudah kita lakukan ternyata jauh lebih lebay.. ixixixix....mari pelajari di sini dengan gembiraaa...

momod Asih
asiiik narsum kita udah siappp
met gabung mba hegar

Mba Hegar
Halo semua.. Assalamualaikum.. Perkenalkan saya Hegar yg menjadi narsum malam ini.. ??
Terimakasih untuk pertanyaannya.. Saya coba jawab 1-1 ya..

Pertanyaan 1

nama/inisial: Nio
lokasi: Depok
pertanyaan:
Kapan waktu yang tepat untuk mencari sekolah sd yang cocok dengan karakter anak dan visi keluarga kita?
Apakah sejak balita?

Mba Hegar
Hai mba nio.. Mengingat sekarang makin banyak SD SD dengan berbagai keunggulan dalam hal kurikulum, fasilitas, dll, maka gak ada salahnya kita mulai cari2 alternatif pilihan sekolah untuk buah hati. Tentunya ini akan lebih mempermudah kita  menentukan SD yg tepat/terbaik untuk anak saat dia akan mulai bersekolah. Yang perlu diperhitungkan adalah seberapa baik suatu sekolah dalam memenuhi kebutuhan2 anak2 kita, dan apakah metode di SD tersebut sesuai dengan karakteristik anak kita

Pertanyaan 2

nama/inisial: cindy
lokasi: samarinda
pertanyaan:
Apakah ada semacam checklist atau panduan dalam menilai kesiapan anak berdasar materi diatas?

Mba Hegar
Secara umum, kesiapan sekolah anak perlu mempertimbangkan kesiapan fisik, kognitif, serta sosial emosional anak. Untuk mengetahui seberapa siap anak, bisa dikonsultasikan kepada psikolog. Biasanya psikolog akan melakukan psikotes kesiapan sekolah dengan alat tes yang sudah terstandar.

Cindy
Boleh ijin menanggapi?

momod Asih
boleh, 1x saja

Cindy
Terima kasih
Sepertinya inilah yg melatarbelakangi beberapa sekolah swasta di daerah sy mensyaratkan melakukan psikotes setelah pendaftaran. Biasanya sekolah bekerjasama dg salah satu biro psikologi. Sejauh mana ortu perlu menyiapkan anak untuk mengikuti psikotes ini? Apakah hasilnya boleh diketahui ortu?

Mba Hegar
psikotes kesiapan sekolah di SD tujuannya memang untuk menyeleksi anak2 yg siap sekolah. Idealnya, SD bukan mencari anak yang sudah bisa calistung, karena bukan itu syarat mutlak untuk masuk SD. Apabila psikotes yg dilakukan menggunakan alat yg terstandar, yg akan dilihat dari anak adalah hal2 seperti daya tangkap, daya ingat, konsentrasi, kemampuan dasar calistung, kemampuan komunikasi, kemandirian, dan sikap kerja. Sebagai orangtua, yg bisa kita siapkan lebih kepada membangun kesadaran anak bahwa dia akan mengikuti suatu kegiatan belajar dengan 'guru (psikolog)' baru. Namun, jangan menjadikan kegiatan psikotes itu sebagai hal yg menakutkan dan menegangkan untuk anak, karena bisa jadi dia tidak optimal mengerjakannya. Biarkan anak mengerjakan psikotes sesuai dgm kemampuannya. Untuk hasil, orangtua berhak tau gambaran kesiapan anak. Hal ini bisa ditanyakan lebih lanjut kepada sekolah dan biro psikologi yang melakukan assessment

momod Asih
demikian utk mba Cindy ya ??

Cindy
Terima kasih

Pertanyaan 3

nama/inisial: Nurul
lokasi: Surabaya
pertanyaan:
Jika dalam materi disebutkan kriteria/faktor kesiapan anak utk masuk SD, adakah kriteria / faktor terkait kesiapan anak utk memulai sekolah (PAUD / TK) ?
Matur nuwun

Mba Hegar
Untuk mengikuti TK, seorang anak diharapkan sudah mulai mampu berkomunikasi dan  berinteraksi. Namun memang hal ini bukan jadi harga mati apakah seorang anak bisa atau tidak ikut TK, karena pembelajaran di TK lebih menitikberatkan pada proses bermain, baik yg terstruktur maupun yg tidak terstruktur. Berbeda dengan di SD, faktor2 kesiapan sekolahnya lebih banyak karena kegiatan di SD sudah lebih terstruktur  sehingga anak harus memiliki kemampuan2 dasar tertentu

Nurul
Ijin menanggapi ?

momod Asih
silakan, cukup sekali

Nurul
Apakah mba Hegar merasa PAUD itu perlu atau tidak?

Mba Hegar
saat ini, PAUD/TK memang belum menjadi wajib belajar di SD. Pernah ada wacana dari mantan mendikbud Anies Baswedan untuk menjadikan PAUD/TK sebagai wajib belajar, setidaknya TK B (nol besar). Hal ini untuk menyiapkan anak supaya tidak kaget dengam situasi sekolah. Dari pengalaman saya di sekolah, anak yg mendapatkan pendidikan TK cenderung lebih siap dibandingkan anak yg langsung SD, karena mereka sudah memiliki pemahaman tentang sekolah, bagaimana tanggung jawab mereka sebagai murid, bagaimana rutinitas di sekolah, bagaimana cara berinteraksi dengan guru dan teman, dan hal2 lainnya

Nurul
Insya Allah jelas.. matur nuwun mba Helga

Pertanyaan 4

nama/inisial: devi
lokasi: bogor
pertanyaan:
Misal ada sekolah bagus dan populer tapi jarak dari rumah lumayan, sedangkan ada sekolah yg jaraknya bs ditempuh dgn jalan kaki dr rmh, tapi biasa2 aja..lantas sebaiknya memilih yg mana

Mba Hegar
hai mba devi, maaf pertanyaannya terlewat ??. Memang ibu2 zaman now dibuat pusing dengan banyaknya pilihan sekolah. Masing2 pasti punya kelebihan dan kekurangan. Yg bisa saya sarankan, cobalah membuat +- dari masing2  alternatif sekolah tersebut (bisa dinilai dari kurikulum, fasilitas, SDM sekolah, prestasi sekolah, jarak, dan biaya). Pertimbangkanlah sekolah yg paling bisa memberikan nilai + untuk anak. Memang sekolah yg kurikulum dan metodenya bagus akan sangat menguntungkan untuk anak. Tp perlu diperhatikan, apakah anak bisa menempuh jarak yg jauh dsri rumah ke sekolah? Jangan sampai karena kelelahan di jalan anak malah tidak bisa belajar dengan optimal

Devi
well noted ????
Terima kasih banyak mba hegar utk solusinya ??

Pertanyaan 5

nama/inisial: cempaka
lokasi: malang
pertanyaan:
Dr ulasan n diskusi diatas yg dbhas ttg ksiapan anak pada skolah formal. Bagaimana dg sekolah informal (RUMAH TAHFIDZ khusus balita) melihat si anak memiliki kemampuan u/msk skolah trsebut, apakah ada trik khusus u/mempersiapkan (serta dampaknya dr segi psikologis) atau bahkan ttp hrs dihindari sampai usia seharusnya skitar 5th?

Mba Hegar
halo mba cempaka. Yg dimaksud adalah Rumah Tahfidz untuk anak prasekolah ya.. Selama anak kita enjoy mengikutinya, dan metode yg digunakan sesuai dengan karakteristik anak prasekolah, tidak jadi masalah mba ??. Kegiatan tersebut juga bisa memberikan pengalaman "sekolah" untuk anak, karena di sana dia bisa berinteraksi dengan teman2 dan guru..


Pertanyaan 6

nama/inisial: iffa
lokasi: samarinda
pertanyaan: saya pernah mendengar bahwa usia sekolah dasar yg baik adalah saat berusia 7 tahun. Namun bagaimna jika anak berumur 5 thn namun kesiapan kognitif, fisik, sosial emosional sdh baik. Bagaimna sebaiknya, apakah tetap dibolehkn menginjak SD atau menunggu usia 6 lebih - 7 tahun?

Mba Hegar
halo mba iffa. Saat ini pemerintah memang menghimbau usia minimal untuk masuk SD adalah 7 tahun. Hal ini didasari oleh teori perkembangan kognitif Piaget, yang menyebutkan bahwa di usia 7 tahun anak   sudah mulai mampu berpikir abstrak. Materi2 yg diajarkan di SD, sifatnya sudah lebih abstrak. Itulah kenapa usia 7 tahun dianggap pas untuk masuk SD. Namun usia tidak jadi single factor. Apabila dr tes kesiapan sekolah seorang anak yg usianya belum 7 tahun dinilai sudah siap dari segala aspek, maka tidak apa2 menyekolahkannya
 lebih dini

Devi
Menanggapi dari jawaban mba hegar atas pertanyaan mba ifa yaa
Kalau mmg diizinkan menyekolahkan dini, umur 6 misalnya
Apakah nantinya ada dampak anak mudah bosan? Mengingat saat seusianya msh bermain, ia sudah mulai sekolah.
Sedikit pengalaman diri sy pribadi, ibu sy menyekolahkan saya dari umur 4, lalu saat masuk SD saya bosan..jadi sering gak masuk, nangis tiap mau sekolah. Sempat konsul ke dokter dan dijawab anaknya terlalu cepat disekolahkan..
Kira2 akan begitu ndak ya?
Terima ksh sebelumnya

Mba Hegar
kalau boleh tau, saat 4 tahun mba masuk TK atau SD ya? Kalau masuk TK, dan metode di TK itu menyenangkan dan sesuai untuk anak, seharusnya tidak membuat bosan.. Kalau memang disekolahkan di SD, usia 4 tahun memang terlalu cepat mba, karena biasanya rentang konsentrasi di usia itu juga masih terbatas.

Yang jadi masalah, saat ini banyak TK yg beralih fungsi dari taman kanak2 menjadi miniatur SD, dimana kegiatannya berfokus pada calistung. Akibatnya kesempatan anak bermain sambil belajar jadi hilang. Inilah yg menjadi penyebab anak menjadi bosan di SD, karena sudah terlalu cepat dijejali dgn tugas2 yg beyond usianya. Itulah kenapa pemilihan TK juga jadi hal yg penting untuk ortu..

momod Asih
cukup ya utk mba Devi ??

momod Asih
sudah jm9 malam...
kita menuju penghujung acara
Jawaban2 dr mba Hegar sungguh mencerminkan pengalaman belio yg kaya dan pemahaman belio yg dalam ya.... Mba Hegar belajarnya di  So, warga Depok dsk boleh berkunjung ke klinik mba Hegar jika butuh konsultasi dan penanganan lbh lanjut atau blm puas dg diskusi saat ini ??

Pak tani pergi ke sawah
Pulang-pulang membawa ikan
Jika kata dan laku tim admin banyak yang salah
Mohon kiranya untuk dimaafkan

terimakasih banyak utk mba Hegar atas ilmu, pikiran, tenaga, dan waktu yg sudah disedekahkan dlm forum ini ????????
smg mjd amal jariyah yg mengalir tak sudah2 ??

Mba Hegar
Terimakasih mba asih, terimakasih teman2 untuk kesempatannya bergabung di forum ini.. Mohon maaf bila ada salah2 kata ????

momod Asih
terimakasih utk para peserta dan pertanyaan2nya yg memberi insight dan inspirasi bagi yg membacanya ??
smg ga bosan dg kulwap2 yg diselenggarakan oleh DEK ??

Peran gender dalam pengasuhan

No comments :
Tanggal Diskusi      : 7 Januari 2018
Tema Diskusi    : Peran gender dalam pengasuhan
Nara sumber : Alzena Masykouri, M. Psi, Psi
Moderator : Asih, Nina dan Ola
Notulensi : Silvia

momod Ola
Assalamualaikum wmb.
Selamat datang ayah bunda (dan juga calon ayah bunda) di diskusi yang di buat oleh komunitas diskusi emak kekinian.
Insya allah, diskusi akan berlangsung nanti malam.
Sore hari nanti akan di share materi pengantar nya.
Selama menunggu waktu diskusi, silahkan saling bertegur sapa hingga materi akan disampaikan nanti.
Insya allah nanti malam akan di moderatori oleh momod bahagia bunda asih.
Selamat beraktivitas semuanya..

Diskusi emak kekinian
Web: www.diskusiemakkekinian.org
Ig: Diskusiemakkekinian
Fb: diskusi emak kekinian

momod Nina
halo halo halooooo....ayah bunda hebat....selamat siang menjelang soreeee....sesuai janji bos adminah, materi kulwap mengenai peran gender dlm pengasuhan akan di berikan.

Silahkan di baca, dicermati, dan di hayati. Nanti malam kita akan membahasnya live bersama narsum dipandu oleh momod bahagia??.

MATERI DISKUSI

Pengasuhan Anak Sesuai Fitrah

(Alzena Masykouri, M. Psi, Psi)

Konon katanya, anak laki-laki tidak boleh main masak-masakan.
Katanya juga, warna pink itu identik dengan feminin dan perempuan.
Belum lagi tayangan di televisi yang membuat kita bingung, kenapa lelaki bergaya kemayu lebih disukai.
Berita di media mengabarkan mengenai kekerasan seksual pada anak, juga gencarnya gerakan LGBT

Pernyataan-pernyataan di atas adalah sedikit dari tantangan yang dihadapi orangtua saat ini. Harus seperti apakah pengasuhan bagi anak kita? Bagaimana menyeimbangkan semua aspek perkembangan (fisik, kognitif, sosial, dan emosi) agar anak kita bertumbuh dan berkembang dengan baik? Bagaimana menghindari hal-hal negatif yang mungkin ditemui dalam kesehariannya?

Adalah tanggung-jawab orangtua dalam membesarkan dan mengasuh anak-anaknya. Berbagai teori tentang gaya pengasuhan bisa dipelajari dan kemudian orangtua menerapkannya sesuai dengan kepribadian dan visi misi keluarga. Ya, setiap keluarga hendaknya punya  value, visi dan misi yang ingin dicapai bersama oleh seluruh anggota keluarga. Tujuan terbesarnya tentu masuk surga bersama-sama ‘kan? In sya Allah. Nah, yang sering saya temui adalah orangtua yang bingung harus apa dan bagaimana caranya dalam mengasuh dan mendidik. Berjalan saja sesuai waktu, betul. Pemahaman mengenai anak juga harus terus ditingkatkan ya, Ibu dan Bapak.

Setiap anggota keluarga memiliki peran dalam mencapai tujuan keluarga, dipimpin oleh Ayah sebagai kepala keluarga, sebagai imam. Jabatan yang diterima oleh kepala keluarga tentu disertai amanat yang harus ditunaikan. Kepala keluarga harus dapat melindungi, membuat nyaman dan aman, serta membimbing setiap anggota keluarganya. Demikian juga Ibu sebagai pendamping ayah. Perannya sebagai figur yang mengasuh, menciptakan rasa aman dan nyaman, serta mendidik anak-anaknya. Bagaimana dengan anak? Tentu ada ‘tugasnya’ juga, bahwa menghormati dan menuruti arahan orangtua adalah bagian dari pemahamannya mengenai struktur dan fungsi keluarga. Bahwa Ayah, yang laki-laki, memiliki tanggung-jawab dan peran yang mungkin berbeda dengan Ibu, yang perempuan. Bagaimana bersikap menjadi laki-laki dan perempuan dipelajari pertama kali oleh anak dari orangtuanya, sebagai figur terdekat dengan anak.

Pada usia sekitar 2 tahunan, biasanya anak mulai mengenali identitas gender (jenis kelaminnya). Kemampuan ini terkait dengan perkembangan berpikirnya (kognitif). Awalnya, anak paham bahwa ada ciri-ciri fisik yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Makin besar, ketika kemampuan pengamatannya juga berkembang dan area interaksinya makin luas, sekitar di usia SD, anak belajar bahwa ada atribut sosial yang disematkan oleh lingkungan, serta ada tugas yang harus dikerjakan terkait dengan tanggung-jawab. Ketika memasuki usia remaja, saat kepribadiannya mulai terbentuk sebagai identitas diri, maka remaja menyematkan semua atribut tadi sebagai bagian dari dirinya.

Semua identitas tadi dipelajari dan dibiasakan sejak kecil. Sama halnya seperti kita melatihkan kebiasaan baik lainnya. Dan, yang harus selalu diingat adalah bahwa anak belajar paling efektif melalui meniru. Anak mengembangkan kemampuan pengamatan, kemudian meniru perilaku yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya, yaitu orangtua. Mereka memperhatikan bagaimana ibu dengan belaian penuh sayang menenangkan adik yang menangis karena terjatuh, bagaimana ayah membantu pekerjaan rumah tangga, bagaimana ibu dengan lembut menjelaskan mengenai suatu hal, atau bagaimana ayah mengambil keputusan. Tidak jarang, di usia sekitar 3 tahunan, anak meniru perilaku orangtuanya dengan mengenakan atribut menyerupai orangtua. Pakai peci ayah yang kebesaran di kepala mungilnya, atau mencoba berjalan menggunakan sepatu jinjit milik ibu. Semuanya bagian dari usaha anak untuk memahami lingkungan di sekitarnya. Perlakukan anak sesuai fitrahnya, laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki juga perlu mempelajari mengenai perempuan, karena kelak ia akan memilih seorang perempuan untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya. Demikian pula anak perempuan, perlu dekat dan mempelajari ayahnya agar kelak ia siap menjadi pendamping seorang laki-laki yang menjadi pilihannya.(ANM)

momod Ola
Silahkan di baca terlebih dahulu yaaah ayah bunda (dan atau calon) sekaliaan..
Di baca dengan cermat dan diresapi.

Insya allah jam 19.30 wib nanti malam.. kita akan mulai diskusinya

momod Asih
assalaamu'alaykum sodara sodari se bumi raya....

smg semua sehat jiwa, raga, cinta, dan harta eh, aamiin
terimakasih sudah tertarik dan gembira masuk grup diskusi kita ?? in syaa Allaah niat baiknya berbuah ilmu yg bermanfaat dan kegembiraan yg bertambah2...aamiinn
well, seluk beluk pengasuhan nampak tak habis2 dibahas ya. byk aspek yg bs ditelisik. kali ini temanya menyoal peran gender dalam pengasuhan

mari kita diskusikan dg gembira ya

momod Asih
seperti kita ketahui bersama, laki2 dan perempuan memiliki perbedaan mendasar, baik krn faktor alami, maupun krn konstruksi sosial.
lalu bagaimana distribusi fungsi dan peran yg berkeadilan bagi masing2 dlm keluarga?
bagaimana peran ganda dapat dikelola dg baik tanpa menghilangkan/menyimpangkan fitrah seksualitas?
apa pula maksud dr ungkapan: "anak laki2 dan perempuan berbeda, tp jangan dibeda-bedakan"?


abis baca materi tentunya banyak pertanyaan yg berkecamuk di kepala yaaa....??
atau berkecamuk di hati? ??ixixiixixix, mana aja deh asal bukan di dengkul...??
alhamdulillaah telah hadir dg gembira narasumber kita,  seorang psikolog klinis anak:
Alzena Masykouri M.Psi, Psikolog

belio sehari2 bekerja sbg Psikolog di Klinik Kancil (www.kancilku.com) & Pengelola Sekolah Bestariku (www.bestariku.co.id)

momod Asih
baik, saatnya teman2 boleh mengajukan pertanyaan seputar materi ??
dibuka untuk TIGA penanya terlebih dahulu ??

Mba Nana
Wa'alaikumussalaam wr.wb. Selamat malam, Ibu dan Bapak.

momod Asih
ini mba nana narsum kita

Mba Nana
Sesuai dengan topik malam ini peran gender dalam pengasuhan, maka pembahasan akan dibatasi pada area pengasuhan ya.

Sebenarnya ada beberapa topik yang beririsan dengan materi tersebut  seperti  gender dysphoria atau  disorder of sex development, tapi tidak akan kita bahas malam ini ya. Kita akan fokus pada area pengasuhan. Yang mungkin terkait dan sudah saya sampaikan materinya adalah mengenai pendidikan seks untuk anak usia dini.

SESI DISKUSI

Pertanyaan 1

Nama/inisial : RF
lokasi: jakarta
pertanyaan: anak saya laki2 tapi punya sifat melankolis kyk saya. Untuk bisa diajar tegar gmn ya?

Mba Nana
Mohon penjelasan yang dimaksud dengan sifat melankolis itu seperti apa ya, Bu?

RF
Maksudnya itu lebih mudah tersentuh, kalau diberitahu padahal tidak bentak dia sudah nunjukin wajah sedih. Ga bisa denger nada naik sudah sedih. Kalau ada teman yang nyuekin dikiranya itu temannya marah sama dia. Terima kasih

Mba Nana 
Hmmm, karena latar belakang saya adalah klinis anak, biasanya kalau ada keluhan seperti ini saya akan mengecek perkembangan sensorinya. Ada beberapa anak yang menunjukkan kepekaan (atau bahasa populernya : sensitif) karena perkembangan sensorinya belum terintegrasi dengan baik. Biasanya kepekaan karena masalah sensori ini juga muncul dalam bentuk lain, misalnya pemilih terhadap tekstur makanan, tekstur pakaian, suhu, suara bising, gerakan tiba-tiba, dan banyak hal lainnya lagi. Akibatnya anak menjadi kesulitan untuk bersikap wajar di berbagai situasi. Jika kondisi seperti ini yang teramati, ada baiknya konsul untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kembali lagi, tidak berdasarkan jenis kelamin, baik anak laki-laki maupun anak perempuan bisa mengalami hal yang sama. Lebih berat bagi anak laki-laki karena ada 'harapan secara sosial' yang ditujukan pada dirinya sebagai anak laki-laki. Bahwa kalau laki-laki sensitif atau 'baper' itu seakan-akan kurang 'kejantanannya'. Padahal, justru diperlukan lelaki yang lembut hati dan peka yang akan mampu memahami perasaan wanita yang kompleks. Jadi sampai suatu titik, kepekaan itu dapat diterima. Kalau sudah mengganggu fungsinya di lingkungan sosial, maka sebaiknya konsultasi untuk mendapatkan arahan mengenai penanganan lebih lanjut.

momod Asih
wah ini sisi positifnya ? tercerahkan  ??
silakan tanggapan 1x dr bu RF ??

RF
Terima kasih byk penjelasannya. Alhamdulillah kalau untuk pemilih thdp tekstur makanan dll yg mba sebutkan, tidak ada di anak saya. Tapi in syaa Allah kapan2 saya mau ajak anak2 saya untuk konseling ????
Terima kasiiiiih banyak

Pertanyaan 2

nama/inisial: Indah
lokasi: Jakarta
pertanyaan: apakah orientasi seksual anak sudah bisa terlihat sejak usia dini? jika sejak dini anak terdeteksi memiliki orientasi seksual yang tidak sesuai, bagaimana sebaiknya peran orang tua?

Mba Nana
Orientasi seksual akan terlihat sesuai dengan perkembangan seksualitasnya. Selain masalah biologis (hormon, organ dalam, dan semacamnya), tentu ada masalah psikologis yang memperkuat identitas seseorang akan gender atau peran seksualnya. Pada umumnya anak-anak yang memasuki masa pra-remaja (sekitar usia 9-10 tahun pada perempuan, dan sekitar usia 11-12 tahun pada anak laki-laki) akan menunjukkan ketertarikannya pada lawan jenis.

Saya berpendapat bahwa Allah swt menciptakan laki-laki dan perempuan. Maka, di luar faktor biologis dan medis, perkembangan dan pengasuhanlah yang mempengaruhi identitasnya, termasuk orientasi seksualnya.

Bila orangtua mengamati ada perbedaan dalam perkembangan identitasnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog untuk dapat diketahui permasalahan dan bersama-sama mencari solusinya.

momod Asih
demikian bu Indah. silakan jika ingin menanggapi atau meminta penjelasan lbh lanjut. tp hanya 1x saja ya

Indah
Saya sepakat Allah SWT hanya menciptakan laki-laki dan perempuan.

Dalam salah satu kasus yang saya temui di lapangan, ketertarikan pada sesama jenis muncul sejak atau bahkan sebelum usia pra remaja.
Pada kasus saya, sejak masa anak-anak sudah didapatkan ketertarikan pada tukang-tukang bangunan di rumahnya yang bertelanjang dada dan berkeringat. Semacam ada naluri untuk berdekatan dengan tukang tersebut.
Ketidaktahuan anak akan perilaku ini tentu dikarenakan usia bersangkutan yang belum memahami akan peran seksual.

Terlebih lagi catatannya adalah hal ini baru diketahui orang tua setelah anak dewasa dan cukup paham akan orientasi seksualnya.
Dan tidak semua orang tua mampu dan bisa berkonsultasi dengan psikolog.

momod Asih
silakan 1x tanggapan dr mba nana

Mba Nana
Pada kasus-kasus tentang orientasi seksual dan juga kekerasan seksual, diperlukan penanganan secara menyeluruh, tidak hanya anak tetapi juga keluarganya. Prosesnya juga tentu memerlukan waktu. Sependek pengalaman saya, biasanya yang memegang peranan penting adalah orangtua, ayah dan ibu. Ada kasus dengan trauma, ada kasus dengan pengasuhan yang tidak tepat, dan yang biasanya jadi kendala umum adalah peran orangtua dalam pengasuhan yang tidak jelas. Terimakasih atas sharing pengalamannya, Bu Indah.

momod Asih
ok cased closed. jd inget quote ini pas nonton film spotlight yg dpt anugrah oscar 2016 utk kategori film terbaik ??
If it takes a village to raise a child, it takes a village to abuse one. (Mitchell Garabedian, Spotlight, 2015)

Pertanyaan 3

nama/inisial: yeni
lokasi:magelang
pertanyaan: sifat lembut penangis pada anak laki2 apakah normal? Karena anak sy laki2 dikit2 nangis. Berebut ama adeknya nangis

Mba Nana
Menangis itu adalah salah satu bentuk ekspresi emosi, bisa karena sedih, bisa karena (sangat) marah. Dan, emosi ini adalah karunia Allah swt pada manusia, tanpa terkecuali. Tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Dengan kata lain, sangat manusiawi dan wajar bila menangis karena sedih, misalnya. Yang jadi permasalahan adalah bagaimana anak bisa mengatur emosinya secara tepat dan apakah reaksi emosi yang muncul menunjukkan keputus-asaan karena tidak mampu membela diri, misalnya. Jadi, ditemukan dulu sumber masalahnya untuk kemudian dapat dibantu perkembangan keterampilannya.

Anak juga punya kemampuan 'manipulatif', ketika dia tahu bahwa satu perilaku dapat membantunya untuk mencapai keinginan, tentu ada kemungkinan perilaku ini akan diulang kembali.

momod Asih
utk bu yeni. silakan bila ada tanggapan atas jawaban mba nana ini...

Yeni
Jadi wajar dan tidak masalah yaaa.
Naaah ini kalimat terakirnyaaa...passss banget...anak punya keinginan apaa tapi tidak kami direalisasikan langsung deeeh menangis....

momod Asih
sy jg kdg nangis bu kalo ada keinginan ga kesampean ?? kebayang perasaan anak ibu ??

Yeni
Jadi baperrr yaaaa

momod Asih
iya sih, untungnya sebentar n dikit bapernya soale banyak paper yg kudu dibaca ??
kurangin baper, banyakin paper
(resolusi 2018, halah ??)

Pertanyaan 4

nama/inisial : Lia
lokasi : depok
pertanyaan : anak laki-laki yang bermain masak2an dan menyukai boneka (boneka binatang, bukan boneka barbie dan sejenisnya) dan anak perempuan yang menyukai permainan maskulin (mobil2an, kelereng dsb) apakah masih wajar? Perlukah dilarang dan diarahkan agar bermain sesuai gendernya? Terimakasih sebelumnya mba asih dan mba nana ????

Mba Nana
Kalau saya jawab tergantung usia, jangan marah ya, Ibu & Bapak ? Bukan normatif, tapi dalam psikolog, cara memandang anak adalah dengan memperhatikan usia kronologis yang secara rata-rata berkaitan dengan tahap perkembangan, termasuk tahap perkembangan berpikir dan bermain. Jika yang melakukan kegiatan bermain masak-masakan adalah bagian dari 'pretend play' atau main pura-pura (biasanya di bawah usia 7-8 tahun), masih dapat dikatakan wajar. Karena, kegiatan memasak adalah kegiatan domestik yang dilakukan sehari-hari. Pada kenyataannya, di lingkungan pun banyak laki-laki yang memasak. Tidak usah di restoran fine dining, di warung pecel ayam atau nasi goreng tek-tek, kebanyakan laki-laki yang memasak. Permainan menurut saya, sifatnya netral. Masyarakat lah yang memberikan label terkait gender. Mm, saya jago ngerakit Tamiya sampai kelas 3 SMP lho ?? Anak perempuan boleh tertarik dengan mobil atau main kelereng. Asal, dengan pendampingan dan pengarahan orangtua. Bahwa aktivitas yang dilakukan harus ada manfaatnya. Main kelereng, misalnya, sebagai latihan koordinasi visual-motorik, bagus sekali. Main mobil-mobilan atau boneka binatang, selama menjadi bagian dari imajinasinya, gak ada masalah. Sekali lagi, peran orangtua dalam bermain, sangat penting. Sebagai teman bermain dan juga mengamati perkembangan anak. Yang seringkali terlupa oleh orangtua adalah variasi pilihan aktivitas yang dikenalkan pada anak. Makin beragam, maka anak akan makin banyak punya wawasan.

momod Asih
(((tamiya)))??
amat mevvah pd masanya ??
keknya mba nana nih generasi zaman tamagochi ??

momod Asih
in syaa Allaah aman ya mba lia, silakan kalo ada tanggapan ??

Lia
Hihihi.. Setuju. Chef malah kebanyakan laki2 ya.. ??
Alhamdulillah.. Aman berarti ya mba nana.. Ga aman kalo pretend play-nya di usia diatas 8 tahun ya?
Kalo berkaitan dengan hobi, misal anak laki2 diatas 8 tahun suka memasak, aman juga berarti ya?
Jazaakillah khoiron jawabannya mba nana.. ????

Tanggapan Vonny
Suami ko chef lo ?? dan mahir sekali mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan rapi dan bersih, ternyata usut punya usut dulunya mertua memang menugaskan pekerjaan rumah tangga ke semua anaknya secara bergiliran. Bukan hanya anak perempuannya saja.

momod Asih
wah asiiiiik dan inspiratif. thq mba vony ??

Tanggapan
Pria idaman wanita deeh
Perlu dicontoh ini pola pengasuahannya

Lia
Masya Allah..

Tanggapan Vonny
Waaa aamin, mashaAllah.
Tp kadang sebagai istri aga minder dan 'terbebani' krn harus menyamai standar beliau yg agak tinggi.

Mba Nana
Tahapan perkembangan bermain pada anak, biasanya di atas usia 8 tahun sifat permainannya sudah merupakan 'game', ada menang kalah. Biasanya juga anak usia 8 tahun ke atas sudah main bersama anak lain yang berjenis kelamin sama.

Kalau hobi, dan keterampilan, memang harus terus dilatih dan dikembangkan. Baik anak laki-laki maupun perempuan, harus terampil urusan bantu diri, termasuk masak, cuci piring, bebenah, dan cuci-jemur-setrika pakaian.

Lia
Alhamdulillah selama ini sudah sesuai berarti.. Semoga istiqomah ke depannya ??
Jazaakillah khoiron mba nana

Pertanyaan 5

Nama ; Irine
Domisili ; Bogor
Pertanyaan ; sampai batas mana peran seorang Ibu ketika anak laki2 nya hrs memasuki Aqil Baliqh ( krn ada masa anak laki2 itu di Sunat n seharusnya menjadi peran Ayah yg terbesar )
N seberapa besar peran Ayah terhadap anak perempuannya ketika anak perempuannya juga hrs memasuki masa Menstruasi ( tidak jarang anak perempuan kehilangan pegangan sense emosional terhadap Ayah yg tidak berperan dgn Kesiapan anak perempuan ini )

Terima kasih

Mba Nana
Dalam Islam, anak sudah dianggap mandiri baik secara ibadah maupun aktivitas ketika ia memasuki masa baligh. Tentunya, peran pendampingan pun berubah. Anak lelaki lebih mendekat pada ayah, karena ia sudah harus bertanggung-jawab atas semua perilakunya, berlatih menjadi 'pemimpin'. Termasuk juga memimpin ibu dan saudara perempuannya. Maka persiapan sejak dini harus mengedepankan mengenai kemandirian. Bagaimana mau jadi pemimpin kalau mau makan masih disiapkan semuanya di atas piring, misalnya. Jika kesempatan untuk mandiri ini sudah diberikan dan dilatihkan pada anak sejak dini, in sya Allah ketika waktunya tiba ananda juga siap baik secara fisik maupun emosional.

Caranya bagaimana? Biasanya ibu adalah figur yang telaten dan konsisten dalam membiasakan perilaku-perilaku baik dalam keseharian. Berikan tanggung-jawab, termasuk melibatkan anak pada aktivitas rumah tangga (chores). Mengenai chores, akan saya susulkan setelah sesi ini ya.

Demikian juga pada anak perempuan. Figur ayah yang melindungi tetap harus dirasakan oleh anak perempuannya. Anak perempuan yang sudah haid, harus tahu bahwa dirinya sudah dapat hamil dan melahirkan. Ayah sebagai wali sang anak, harus menjaga dengan sebaik-baiknya, sampai kelak akad nikah dan menyerahkan tanggung jawab kepada sang suami. Kadang, ayah suka bingung menghadapi anak perempuannya yang mendadak jadi sensitif, misalnya. Atau mungkin ayah merasa risih? Semoga tidak ya.

Irine
Di tunggu Chores nya.  Di susulkan ya mbk Nana ????

Mba Nana

Chores oh Chores 

(as posted on FB Alzena Masykouri, Aug 13, 2017)

SiEmak pernah nulis terkait kemandirian begini : untuk patokan apakah sudah cukup mandiri, kurang lebihnya satu tahun usia = satu aktivitas mandiri. Misalnya, umur satu tahun, bisa minum dari gelas tanpa bantuan, berarti sudah satu hal mandiri. Umur empat tahun minimal bisa makan sendiri, bisa pakai sepatu sendiri, bisa pakai baju sendiri, dan bisa bereskan tas/mainan sendiri. Dan seterusnya.

Masuk SD, sekitar usia 6 tahunan, sudah bisa ditambah dengan chores  alias aktivitas tanggung-jawab rumah tangga (TRT) . Biar terukur, kita buat sama ya, satu TRT per tingkat/kelas. Contohnya kelas satu tugasnya buang sampah dapur setiap malam. Jadi kalau kelas 9 seperti SiEneng, diharapkan ada 9 TRT yang dia mampu lakukan dan rutin. Kata terakhir yang jadi tantangan buat orangtua. Diingatkan sekali dua kali, okelah. Kalau setiap kali harus diingatkan, berarti saatnya duduk bersama untuk evaluasi.

Nah, untuk TRT ini, SiEmak buat beberapa tahap sebelum melepaskan tanggung jawab pada SiEneng.

1. Pengenalan

Tiap aktivitas yang akan dilakukan oleh SiEneng harus dikenalkan terlebih dahulu. Caranya, bisa dengan minta SiEneng mengamati atau terlibat langsung dalam aktivitasnya. Misalnya, selama SiEneng bantu pisahkan perabot yang akan dicuci lalu mengamati SiEmak cuci piring dan bagaimana meletakkan di rak. Iya, bener, SiEmaknya punya aturan dan cara khusus, hehehe.

2. Latihan

Kalau karyawan baru ada masa training, nah sama dengan anak ketika ia akan menjalankan TRT. Ajari anak cara melakukan kegiatan dan indikator keberhasilannya atau tuntas bila apa. Menyiram halaman, misalnya, dianggap selesai bila seluruh permukaan tanah di pot sudah terkena air dan rumput terlihat basah, lalu selang tergulung rapih di sudut kran air. Pastikan anak paham indikatornya. Ajari juga caranya, dari awal sampai akhir. Oh ya, standar juga disesuaikan ya. Ingat usia anak dan usia kita, standarnya tentu tidak sama.

3. Kesepakatan

TRT bukan bagian dari hukuman. Jadi jangan sampai TRT menjadi item konsekuensi. Ketika membuat kesepakatan, jelaskan tujuannya pada anak, yaitu : sebagai sarana latihan dan peran serta aktif dalam keluarga. Beri pilihan tugas apa yang akan dilakukannya. Minta penjelasan kapan dan bagaimana ia akan melakukannya. Sampaikan juga bahwa orangtua akan memantau cara kerjanya untuk beberapa waktu.

4. Pelaksanaan & Pantauan

Ketika anak melaksanakan, orangtua harus tetap memantau. Catat, memantau ya. Bukan komentar. Sangat mungkin anak bekerja dengan caranya sendiri. Yang perlu dilakukan orangtua adalah mengingatkan indikator keberhasilan. Cara bisa seribu satu macam, bisa beribu gaya. Yang penting memenuhi kriteria berhasil atau tuntas. Dengan adanya kesempatan latihan, anak akan belajar untuk bekerja secara efektif, secara efisien.

Bagaimana bila terjadi kelalaian?

Jangan ambil alih TRT. Anak harus paham akibat bila ia (atau anggota keluarga lain) tidak menjalankan tugasnya. Tidak usah nyindir, tidak usah ngomel panjang lebar. Tunjukkan saja apa yang terjadi dan tanya apa yang harus ia lakukan untuk memperbaikinya.

TRT adalah media belajar anak. Kesempatan. Jadi kalau masih salah, masih kurang ini-itu, wajar lah. Dinikmati saja prosesnya. Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.

Foto ini diambil tadi pagi ketika SiEneng melakukan TRT mingguannya : mencuci pakaian dengan mesin cuci. Prosesnya mulai dari memisahkan pakaian, mengisi air di mesin cuci dan ember², membilas, dan mengeringkan. Lalu, dibantu SiEmak untuk menjemur. Nanti sore, mengangkat cucian kering, melipat, dan meletakkan di kamar².

Selain mencuci, di akhir pekan SiEneng harus membereskan ruang belajar dan kamarnya. Membereskan artinya mengelap debu, membuka jendela, menyapu, dan mengepel. SiEmak juga harus cuci piring, lap² dapur, nyapu dan ngepel kamar juga seluruh rumah. SiAyah bertugas di depan rumah, urusan halaman dan teras. Artinya, semua bekerja.

Nah, ternyata sambil mencuci, SiEneng memilih sambil mengerjakan tugas sekolahnya. SiEmak gak boleh ngomel ketika mendadak terdengar 'jreng, jreng' sementara tatapan matanya tetap ke buku teks. SiEmak juga tidak boleh protes dan menyuruhnya membersihkan kamar, misalnya. Terserah SiEneng kapan dia membersihkan kamarnya. Kalaupun ternyata hari ini tidak sempat karena dia mengerjakan tugas sekolah, berarti maksimal lusa harus sudah terlaksana. Kalau belum juga, saatnya duduk bersama dan diskusi mengenai kendala dan solusi.

irine
Langsung bintangin. Makasih ini bs utk Terapi Life Skill anak berkebutuhan khusus saya.  Plus penerapannya pada Orang tua

Pertanyaan 6 

nama/inisial: fitri
lokasi: jogja
pertanyaan: anak saya laki laki (8tahun), tp suka melambai dn suka kain yg halus. kl saya lg haid,sering bilang bunda enak, ga sholat.apa yg harus saya lakukan?trimakasih jawabannya

Mba Nana
Saya tidak berani mengartikan kata 'melambai' di sini, Bu. Karena usianya sudah 8 tahun, silakan ditelaah kembali bagaimana peran ayah dalam pengasuhan. Bagaimana interaksi ayah dan ibu dalam pengasuhan ananda. Bagaimana pula aktivitas yang dilakukan sehari-hari oleh ananda. Apakah ia memiliki kesempatan yang cukup untuk olahraga, misalnya. Bagaimana interaksi permainan dengan sebayanya.

Jika ananda mengatakan bahwa lebih enak (jadi perempuan) karena haid dan tidak sholat, maka kesempatan untuk berdiskusi mengenai keutamaan sholat. Bahwa laki-laki punya kesempatan sholat berjamaah di masjid yang nilainya berlipat ganda derajat keutamaannya. Bahwa perempuan memiliki kesempatan lain sebagai ladang amal dan jihad. Dan, karena ananda laki-laki, maka ananda harus bangga dan mempergunakan kesempatan sebaik-baiknya. Pada usia ini peran ayah sebagai kepala keluarga akan sangat penting bagi anak lelakinya.

momod Asih
monggo bu fitri...

Mba Nana
Mungkin kalau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, sifatnya akan personal. Bisa ditelaah dulu secara pribadi, Bu, semoga dapat ditemukan sumber permasalahan dan dapat segera ditangani.

Fitri
duh saya bingung menggambarkan melambainya mbak Nana..
kami memang sering LDR dg suami krn pekerjaan/studi. jd hampir seluruh hidupnya saya yg lbh dominan.tp kl pas ngumpul,suami tetap bs dekat dg anak.
ttg olahraga,akhir2 ini ga pernah mau bermain keluar jd otomatis gerak tubuh juga kurang

Mba Nana
Dipaksa eh, dikondisikan untuk olahraga ya, Bu. Diajak main sepeda keliling lapangan/komplek sambil menemani ibu olahraga jalan kaki, main sepak bola dengan ayah ketika bertemu, rutin olahraga (misalnya les berenang).\

Fitri
ttg keutamaan sholat sperti yg mb Nana sampaikan sudah sering saya komunikasikan k anak mbak

Mba Nana
Adakah figur lelaki (misalnya kakek, atau paman) yang bisa mengajak ananda ke masjid, Bu? Atau melakukan kegiatan bersama seperti mencuci mobil, membersihkan halaman, membetulkan peralatan yang rusak, misalnya.

Fitri
sdh d upayakan sperti itu Bu.. les apapun ga mau. saya minta nemani saya bersepeda ato jalan kaki ga mau. tp kl ada ayah ato sodara laki2 ya tetap main bola mbak..
d rumah ada adik sepupu,tp juga ga mesti ada d rumah d waktu2 sholat.dn kebetulan ga terampil dg hal2 sperti itu..

momod Asih
bu fitri, cukup tambahan detil dr ibu ya ????

momod Asih
yak. lanjut ke sesi 3 yaaa... sok atuh sodorin mba nana 3 pertanyaan ??????

Pertanyaan 7

nnama/inisial: rindy
lokasi:bandung
pertanyaan: saya punya anak laki2 berumur 4,5th.. Akhir2 ini dia sering memperagakan gaya 'perempuan'.. Misalnya (ada bulu2 trs dia pasang d kepala,dan dia bilang.. ''Uuhh lembuutt kaya perempuam".. Terus dia jg pernah pake kain gt di lilit d badannya dan dia bilang "uuhh cantiknyaa" dengan logat dan gaya polosnya) nah yg jd pertanyaan 'apakah wajar anak saya begitu? Atau harus d arahkan? Cara mengarahkannya bagaimana?'

Dan saya ibu yg emosian ??..tempramen.. Dikit2 d tanggap dengan emosi.. (Ngaku dosa??)
Lg tahap pembelajaran agar supaya mendidik anak dgn sebaik mungkin

Mohon bantuannya.. Terimakasih

Mba Nana
Pertama adalah : tetap tenang. Respon apa pun yang mengejutkan bisa jadi diterima anak sebagai penguatan bahwa perilakunya bisa diulang sebagai  upaya untuk mendapatkan perhatian. Sekali lagi, anak belajar dari meniru/mencontoh. Pertanyaannya : meniru siapa? Lihat di mana?

Kalau sudah ada jawabannya, berarti sumber masalah bisa dihilangkan. Kemudian ketika anak menampilkan perilaku yang serupa, katakan dengan tenang bahwa, "ananda adalah laki-laki. Laki-laki tidak boleh menyerupai wanita. Yuk, kita ganti permainan"

Rindy
Huaaa.. Iya bu.. Terimakasih banyak atas penerangannya..
Saya emank responnya lgsg emosi sih ??.. Soalnya banyak ketakutan ..apalagi skrg ini lg marak ttg LGBT...
Ok terimakasih.. Saya harus bnyk belajar lg untuk atur emosi..

Tanggapan
Baruuu ½ jam yg lalu anak laki sy pakai jilbab. Ughhh langsung deeh ilmunya ini kepakaii...fast respon

Rindy
Saya responnya gini
"Kenapa sih pake gt2? Kamu kan laki2! Masa mau jd perempuan??"
Hahahha astagfirullah.. Abis gmn gt ya.. Susah ngerespon dgn hal yg kalem.. Aduh semoga ga keterusan..
Maaf ya jd curcol ??

Mba Nana
Setiap ucapan orangtua (apalagi ibu) adalah doa.
"Wah, adik nyoba jilbab mama ya? Jilbab itu wajib untuk perempuan, Nak. Adik, laki-laki 'kan? Gagah seperti ayah, tidak perlu jilbab dong. Apa yaaa yang bisa adik pakai?"

Kuncinya, kalau kaget, istighfar dulu. Tarik napas. Sambil mikir.;zz'

Tanggapan
Kaleeeemmm adeeem bangeeet dengernyaaa
Bismillah Semoga bisa

Pertanyaan 8

nama/inisial: asih
lokasi: lampung
pertanyaan:
berkaitan dg jawaban bu irine td, bagaimana dg yg single parent terutama yg cross sex (mom-son, daddy-dotter)? apalagi kalo tinggal sendirian dan masyarakat skrg ga sekomunal jaman dulu yg msh bs saling titip asuh. kalo menikah lg itupun bukan perkara yg gampang dan waktunya ga bs ditentukan...

Mba Nana
Mungkin sekaligus memberi tanggapan pada pertanyaan ibu Fitri ya.

Mba Nana 
Ada kondisi yang tidak ideal, tentu saja ini bukan cita-cita yang diharapkan setiap keluarga. Usaha. Jika memang perlu memainkan dua peran, ya dilakukan. Bersikap jujurlah pada anak tentang situasi apa yang dihadapi. "Karena kamu laki-laki, dan ibu perempuan, ada hal-hal yang mungkin ibu tidak pahami, Nak. Ibu akan berusaha membantu, kita cari tahu sama-sama ya." Yakin bahwa Allah akan memberi kemudahan bersama dengan kesulitan atau tantangan yang dihadapi. Yang penting usahanya. Di Indonesia, keberadaan keluarga besar bisa dimanfaatkan. Figur ayah/ibu mungkin dapat dipenuhi oleh keluarga dekat. Demikian pula teknologi, video call, misalnya. Ayah mendengarkan dan memperhatikan bagaimana ananda bercerita tentang kegiatannya hari itu, lengkap dengan ekspresi dan 'gaya' misalnya.

Keluarga, pasti punya  value, punya nilai-nilai, punya visi dan misi. Bagaimana keluarga tersebut mewujudkannya, 1001 cara.

Fitri
trimakasih mbak masukan dan sarannya

momod Asih
yup, usaha usaha usaha

momod Asih
alhamdulillaah semua pertanyaan sudah terjawab tuntaaassss ??
sebetulnya msh betah utk bertahan  di forum diskusi yg sungguh bermutu, sehat, dan menggembirakan ini ??
apadaya waktu membatasi ?
smg ilmu dr sini dapat kita amalkan utk mengasuh generasi harapan agama dan ibu pertiwi ??

Tanggapan
Terima kasih bun Sun Asih moderator dan bu Nana pemateri????????

Mba Nana
Alhamdulillah. Semoga bermanfaat, Ibu dan Bapak.

Mohon dimaafkan atas segala kekhilafan.

Tanggapan
Terima kasih bun Sun Asih moderator dan bu Nana pemateri

momod Asih
pengasuhan yg kita terapkan saat ini ke anak kita akan sangat mungkin diulang oleh mereka kelak saat membina rumahtangganya sendiri. smg yg kita wariskan ke anak cucu kita bukan tindakan salah asuhan

tugas berat? ya jelaaass.. maka mari sama2 kita kerjakan dg gembira ??

Irine
Terima kasih ilmu nya.  Barakollah utk Narsum & Bu momod bahagia ??

momod Asih
terimakasih atas jasa mulia mba nana yg dg gembira hati melayani pertanyaan kita semua ????
smg digembirakan Allaah di dunia dan akhirat ??????

aamiin, glad to help ??

Mba Nana
Aamiin ya robbal'alamiin

momod Asih
kulwap kita tutup ya. mohon maaf atas salah dan khilaf tim admin ????
resume menyusuuulll
jangan lupa sering mampir ke sini ??



Diskusi Emak Kekinian
Web: www.diskusiemakkekinian.org
IG: diskusiemakkekinian
Fb: Diskusi Emak Kekinian

assalaamu'alaykum, dadaaaah ????????????????